Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus 15, 2015

UCAPAN TERIMA KASIH KAWAN-KAWAN PEKERJA PT. DESTEX PASURUAN, JAWA TIMUR KEPADA AKTIFIS SPSI

Gambar
Yth.
1. Presiden DPP KSPSI
2. Sekjen DPP KSPSI
3. Ketua Umum PP SPKEP SPSI beserta seluruh pengurus lainnya
4. Ketua PD SPKEP SPSI Propensi jawa Timur beserta pengurusnya
5. Para Ketua DPC SP/SB (K.SPSI, K.SBSI, SarbumusiI, kahutindo dll) di Kabupaten Pasuruan
6. Rekan -rekan Pengurus PC SPKEP SPSI Kabupaten Pasuruan
7. Rekan - rekan pengurus PUK SPKEP SPSI Kabupaten Pasuruan beserta anggota
8. Team Penasehat Hukum Div. Hukum dan Advokasi DPC KSPSI
Kabupaten Pasuruan
9. Kawan - kawan Brigade SPSI beserta semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu Dengan Hormat,
bersama ini kami mewakili keluarga besar aktifis Buruh PT. Destex yang di jadikan terdakwa dan di Tahan akibat tuduhan pidana dalam proses perjuangan untuk mendaptkan hak-hak mormatif pekerja, perlu menyampaikan ucapan trimakasih yang sebesar-besarnya atas semua bantuan baik moril maupun materiil dari Bapak/Ibu dan saudara semuanya, sehingga terhitung mulai hari kamis tanggal 13 Agustus 2015 sudah bisa kembali ke keluarg…

Sejarah Hari Buruh

May Day lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial. Perkembangan [[kapitalisme]] industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan [[Amerika Serikat]]. Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja.
Pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat terjadi di tahun [[1806]] oleh pekerja Cordwainers. Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja dari 19 sampai 20 jam seharinya. Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.

SEJARAH GERAKAN BURUH INDONESIA

DATANGNYA PEDAGANG ASING DI INDONESIA Sejak  abad  XIV Indonesia telah menjadi pusat perhatian dan menarik pedagang-pedagang luar negri, karena  kekayaan Indonesia mengenai hasil rempah-rempah seperti: lada, pala, ketumbar, kayu manis dsb. , yang diperdagangkan oleh pedagang-pedagang dari India, Persia, Portugis, Spanyol, Inggris dan Belanda. Disamping berdagang, pedagang-pedagang tersebut juga menyebarkan agama yang dianut oleh masyarakat dari negri asalnya, misalnya : agama Hindu, Budha, Islam dan Kristen maupun Katolik. Untuk mendapatkan kepentingan ekonominya, pedagang-pedagang asing tersebut menggunakan pertentangan-pertentangan yang ada antara raja-raja di wilayah Indonesia. Perpecahan yang ada diantara raja-raja tersebut serta keunggulan teknik yang dimiliki oleh pedagang-pedagang asing itu menyebabkan mereka selalu kalah dalam peperangan menghadapi orang-orang asing tersebut.              Pada tanggal 22 Juni 1596 armada Belanda berlabuh di Indonesia dibawah pimpinan Cornelis  Ho…

HIKAYAT KADIROEN SEMAOEN

Sumber: http://www.marxists.org/indonesia/indones/HikayatKadiroen/index.htm

Hikayat Kadiroen


DAFTAR ISI

BAB I. MANTRI POLISI YANG BIJAKSANA
BAB II. JIWA YANG TERGODA
BAB III. TERJEPIT
BAB IV. SUKAR MEMILIH
BAB V. SEORANG SATRIA (ROCH DAN RAH ADHI SEJATI)
BAB VI. MENDAPAT GURU
BAB VII. PEMBELA RAKYAT MULAI MENDAPAT HADIAH


Hikayat Kadiroen Semaoen (1920)

BAB I

Mantri Polisi yang Bijaksana

"Opas, Asisten Wedono ada?"
"Ada Kanjeng Tuan!"
"Saya mau bicara dengannya."
"Saya Kanjeng, hamba akan segera mengatakannya!"
Begitulah tanya jawab antara Tuan Zoetsuiker, administratur pabrik gula Semongan, pagi tanggal 6 Februari 19…, di muka pendopo rumah Tuan Asisten Wedono dari Onderdistrik Semongan juga.

Yang disebut sebagai Opas di sini adalah seorang tua yang bernama Pigi. Ia sudah 33 tahun bekerja menjadi Opas Asisten Wedono Semongan juga. la sudah biasa mendapat pelajaran bagaimana menghormati semua tamu-tamu Belanda. Apalagi jika tamunya itu adalah s…

KAJIAN HUKUM PERBURUHAN

Kedudukan Hukum Perburuhan Oleh : Endang Rokhani SH, Msi Pengantar Dalam keseharian kita sering mendengar “sudah ada hitam di atas putih belum” atau “wah kalau sudah ada hitam di atas putih….”. Yang dimaksudkan dalam percakapan tersebut adalah apakah sudah ada perjanjian tertentu? Atau wah kalau sudah ada perjanjiannya….pembicaraan ini memperlihatkan bahwa jika sudah ada perjanjian tertulis (hitam di atas putih) maka keadaan yang sedang dibicarakan tidak bisa diperlakukan bebas tetapi harus seperti apa yang telah diperjanjikan, atau orang lain tidak dapat terlibat sembarangan karena sudah ada perjanjian yang mengikat para pihak.  Atau kalau dikalangan para pekerja/buruh yang menjadi anggota serikat pekerja/serikat buruh merasa jengkel ketika menghadapi masalah, misalnya pemutusan hubungan kerja (PHK) pengurus serikat pekerja/serikat buruhnya  menanyakan kepadanya, penyelesaian apa yang diinginkan. Kejengkelan ini dapat dimaklumi karena mungkin anggota  tersebut tidak tahu, aturan   hukum…